Jumat, 20 Agustus 2010

lukisan damar kurung khas gresik


nama : nuraini puspita ningrum
kelas : x-4
no abs : 29




* KEUNIKAN GAGASAN
Namun yang sangat disayangkan adalah kurangnya perhatian yang diberikan oleh Pemda Gresik. Sampai pada saat meninggalnya mbah Masmundari (Sabtu 24/12/2005) dalam usia 101 tahun, tidak terlihat usaha dari Pemda Gresik untuk berusaha melestarikan damar kurung kecuali menjadikannya sebagai maskot dan hanya sekedar menjadi pajangan di tiap perempatan jalan. Padahal dengan karakter lukisan damar kurung yang polos kekanak-kanakan dengan warna-warna terang, kemungkinan untuk melestarikan dengan mengenalkannya ke masyarakat semenjak usia dini lebih terbuka peluangnya.

Mungkin pada waktu padusan kemaren anda masih bisa menemukan penjual-penjual damar kurung terutama disekitar kompleks pemakaman Tlogo Pojok tapi kalo anda cermati maka anda akan menemukan gaya lukis -karakter- damar kurung itu sudah berubah, begitupun dengan permainan kombinasi warnanya. Hal itu dikarenakan kita dulu tidak sempat belajar pada mbah Masmundari -semasa hidup- sehingga yang terjadi adalah penjiplakan pola-pola lukisannya sekedar untuk memenuhi tuntutan pasar yang sebenarnya pun sudah jauh berkurang.

Hhhmmm….jadi berangan-angan kalo pada pelajaran menggambar anak-anak TK dan SD diajarkan tentang melukis ala damar kurung sepertinya menyenangkan juga tuh…


* KEUNIKAN TEKNIK




* KETERANGAN
"Seni Hias Damar Kurung dan Lukisan Kaca di Jawa Timur" sebagai Suatu Kajian Seni Rupa Tradisional merupakan penelitian yang mengangkat kembali nilai tradisi karya-karya seni rupa sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang nyaris punah, sangat penting diupayakan. Beragam kekayaan seni rupa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, salah satu diantaranya berasal dart Jawa Timur, YAW Sent Hias Damar Kurung dan Gresik dan beragam lukisan kaca dari Jawa Tin=. Seni bias Damar Kurung dari Gresik, adalah berupa gambar-gambar hiasan yang terdapat pada kap lampunya, berikut
beragam lukisan kaca dari Jawa Timur. Ungkapan sent rupa tradisional yang dundtkmya, berupa makna stmbolik dan bahasa rupa, berkut makna sosmlnya, berbeda dari daerah lain di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Sedangkan sebagian besar keberadaanya sudah sangat sulit untuk dilacak asal-usulnya karena ketiadaan data yang terstmpan balk dalam sumber
tertulis, artefak, data rekaman dan peninggalan sejarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.